Monday, April 23, 2012

Be a good person is good,but be a better person is a must

Ada yang pernah bilang, kalo menjadi seseorang yang disukai banyak orang itu penting tapi jauh lebih penting menjadi apa adanya diri kita sendiri..klise,tapi ada benernya juga sii. Dan bukan sesuatu yang gampang buat menemukan seseorang yang mau dan bisa nerima individu lain dengan segala kekurangannya...
  • Introspeksi Diri
Kita sebagai orang yang kurang bisa menerima kekurangan orang lain itu,harusnya bisa berkaca pada diri sendiri dan bertanya "Apakah aku sudah cukup sempurna? ". Bukan hanya menunjuk wajah orang lain atas kesalahan mereka tapi tidak pernah berusaha memperbaiki diri. Tapi ya kebanyakan orang emang begitu makanya sampe ada pepatah "Semut diseberang jalan kelihatan,gajah di pelupuk mata ga keliatan" (yang gitu deh,gue lupa juga kalimat benernya gimana).

  • SPEAK UP!!
Dan yang lebih baik dari itu semua adalah, ngomong langsung..Bukannya malah ngomongin di belakang bareng-bareng,itu ngga bikin kalian "lebih baik" dari si empunya kesalahan. Kalo dia orang teman yang baik,pasti mau berubah,kok !! Manusia,gada yang luput dari kesalahan makanya butuh orang lain untuk saling mengingatkan bahkan mungkin menuntun untuk jadi yang lebih baik..

  • Memaafkan
Setelah Speak Up, bagian tersulit..memaafkan. Orang batu macam apapun kalo udah ada yang mengkritik soal sikap,pasti meminta maaf buat yang udah pernah terjadi dan memperbaiki apa yang ada di depannya. Memaafkan itu bukan tentang bisa ketawa bareng-bareng lagi,bukan tentang ngobrol kaya biasa,bukan tentang ga ngebahas permasalahan yang pernah terjadi.

  • Prasangka baik
إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ، وَلاَ تَحَسَّسُوْا، وَلاَ تَجَسَّسُوْا، وَلاَ تَنَافَسُوْا، وَلاَ تَحَاسَدُوْا، وَلاَ تَبَاغَضُوْا، وَلاَ تَدَابَرُوْا، وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهَ إِخْوَانًا كَمَا أَمَرَكُمْ، الْمُسْلِمُ أَخُوْ الْمُسْلِمِ، لاَ يَظْلِمُهُ، وَلاَ يَخْذُلُهُ، وَلاَ يَحْقِرُهُ، التَّقْوَى هَهُنَا، التَّقْوَى ههُنَا -يُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ- بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَعِرْضُهُ وَمَالُهُ، إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى أَجْسَامِكُمْ، وَلاَ إِلَى صُوَرِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ
 
Yang Artinya : “Hati-hati kalian dari persangkaan yang buruk (zhan) karena zhan itu adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kalian mendengarkan ucapan orang lain dalam keadaan mereka tidak suka. Janganlah kalian mencari-cari aurat/cacat/cela orang lain. Jangan kalian berlomba-lomba untuk menguasai sesuatu. Janganlah kalian saling hasad, saling benci, dan saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara sebagaimana yang Dia perintahkan. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, maka janganlah ia menzalimi saudaranya, jangan pula tidak memberikan pertolongan/bantuan kepada saudaranya dan jangan merendahkannya. Takwa itu di sini, takwa itu di sini.” Beliau mengisyaratkan (menunjuk) ke arah dadanya. “Cukuplah seseorang dari kejelekan bila ia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim terhadap muslim yang lain, haram darahnya, kehormatan dan hartanya. Sesungguhnya Allah tidak melihat ke tubuh-tubuh kalian, tidak pula ke rupa kalian akan tetapi ia melihat ke hati-hati dan amalan kalian.” (HR. ِAl-Bukhari no. 6066 dan Muslim no. 6482)

Itu lebih dari apa yang harus dijelaskan.. :)


" Teman terbaik bukan hanya orang yang bertindak dan berkata-kata jujur di depanmu.. Tetapi orang yang tetap jujur di belakangmu - Anonim "
 

No comments:

Post a Comment